Dalam komitmennya mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan Islam yang terus berkembang, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung secara konsisten menyelenggarakan ujian skripsi setiap tahun akademik. Ujian skripsi ini merupakan proses akhir yang harus dilalui oleh mahasiswa sebelum dinyatakan lulus dan menyandang gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I).
Lebih dari sekadar syarat administratif untuk kelulusan, skripsi menjadi bagian penting dari proses akademik yang menggambarkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis, menyusun gagasan ilmiah, serta menawarkan solusi atas berbagai problematika pendidikan Islam di masyarakat. Melalui skripsi, mahasiswa didorong untuk mengasah logika berpikir, melakukan kajian lapangan, dan menulis secara sistematis sesuai dengan kaidah ilmiah.
Dalam proses penyusunan skripsi, mahasiswa dibimbing secara intensif oleh para dosen pembimbing yang kompeten, profesional, dan berdedikasi tinggi. Bimbingan dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan dialogis, sehingga mahasiswa benar-benar memahami substansi penelitiannya, bukan hanya menyelesaikan kewajiban akademik. Kehadiran dosen pembimbing berperan besar dalam membentuk kualitas penelitian sekaligus membangun mental akademik mahasiswa.
Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I, selaku Ketua Program Studi PAI STAI Diponegoro Tulungagung, menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian skripsi adalah bagian dari ikhtiar prodi dalam menciptakan budaya ilmiah yang kuat dan berkelanjutan. “Skripsi bukan semata-mata kewajiban akhir studi, tetapi lebih dari itu, ia adalah cermin dari kedewasaan berpikir, kemampuan meneliti, dan integritas ilmiah mahasiswa. Kami ingin mahasiswa PAI tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata yang relevan dengan kebutuhan umat dan bangsa,” tegasnya.
Setiap tahunnya, puluhan mahasiswa mengikuti ujian skripsi dengan berbagai topik penelitian yang relevan dan kontekstual. Tema yang diangkat antara lain mencakup pendidikan karakter Islam, strategi pembelajaran inovatif, penguatan nilai-nilai moderasi beragama, manajemen lembaga pendidikan Islam, hingga studi pemikiran tokoh-tokoh Islam klasik dan kontemporer. Keberagaman topik tersebut menunjukkan luasnya cakrawala berpikir mahasiswa PAI serta kepedulian mereka terhadap realitas pendidikan Islam saat ini.

Ujian skripsi diselenggarakan dalam format akademik yang formal namun konstruktif. Mahasiswa mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji yang terdiri dari dosen-dosen berpengalaman. Proses ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan terhadap kualitas karya ilmiah mahasiswa. Para penguji memberikan kritik, saran, dan masukan untuk memperkaya substansi skripsi dan mendorong mahasiswa agar terus meningkatkan kualitas akademiknya.
Dengan pelaksanaan ujian skripsi secara rutin dan terencana setiap tahun, Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung menunjukkan keseriusannya dalam menjaga mutu pendidikan tinggi Islam, sekaligus membekali mahasiswa dengan keterampilan akademik dan kepekaan sosial. Lulusan Prodi PAI diharapkan tidak hanya menjadi pendidik yang mumpuni, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan nyata.