Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan penyesuaian kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman, Ketua Program Studi (Kaprodi) dan seluruh dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung mengikuti Workshop Pengembangan Kurikulum yang dilaksanakan pada tanggal 29–30 Januari 2025 bertempat di Votel Hotel Tulungagung. Kegiatan ini diprakarsai dan diselenggarakan oleh Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) STAI Diponegoro Tulungagung sebagai bentuk komitmen institusi terhadap kualitas akademik yang unggul dan relevan. Workshop ini mengusung tema “Revitalisasi Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran dan Tantangan Era Digital dalam Rangka Peningkatan Kualitas Lulusan STAI Diponegoro Tulungagung”. Tema ini dipilih untuk merespons dinamika global, tuntutan pasar kerja, dan kebijakan nasional dalam pendidikan tinggi, khususnya yang terkait dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam kurikulum.
Acara workshop dibuka secara resmi oleh perwakilan pimpinan STAI Diponegoro Tulungagung yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pembaruan kurikulum sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan. “Kurikulum adalah ruh dari proses pembelajaran. Jika ingin menghasilkan lulusan yang kompeten, maka kurikulum harus adaptif, aplikatif, dan integratif. Oleh karena itu, seluruh dosen harus terlibat aktif dalam proses penyusunannya,” ujar beliau dalam pembukaan. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber internal yang kompeten serta tim pengembang kurikulum dari internal kampus. Selain itu, workshop ini juga disertai dengan sesi evaluasi kurikulum eksisting, pemetaan capaian pembelajaran lulusan (CPL), perumusan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta sinkronisasi antara visi prodi, profil lulusan, dan kebutuhan masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, seluruh peserta workshop menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi. Para dosen PAI secara aktif terlibat dalam diskusi kelompok, presentasi hasil telaah kurikulum, serta simulasi penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis outcome-based education. Kaprodi PAI juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai ajang refleksi, konsolidasi, dan inovasi dalam rangka mewujudkan kurikulum yang kontekstual dan transformatif. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa kurikulum kami tidak hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi juga betul-betul mampu mencetak lulusan yang unggul dalam keilmuan, berkarakter, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat,” jelasnya.
Salah satu hasil nyata dari workshop ini adalah tersusunnya draft revisi kurikulum Prodi PAI yang lebih terstruktur, sistematis, dan mengakomodasi tantangan masa depan. Kurikulum yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan dalam proses pembelajaran di semester berikutnya, serta menjadi landasan dalam evaluasi mutu program studi secara berkelanjutan. Manajemen SDM STAI Diponegoro menegaskan bahwa kegiatan ini bukan yang terakhir, melainkan akan menjadi bagian dari program berkelanjutan dalam pengembangan dosen dan institusi. Ke depan, akan dilakukan pendampingan dan monitoring implementasi kurikulum baru serta pelatihan lanjutan yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Dengan terselenggaranya workshop ini, STAI Diponegoro Tulungagung menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun sistem pendidikan tinggi Islam yang bermutu, relevan, dan adaptif. Keterlibatan seluruh dosen dalam pengembangan kurikulum menjadi bukti nyata bahwa transformasi pendidikan dimulai dari ruang-ruang akademik yang progresif dan kolaboratif. Diharapkan kurikulum baru yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi pedoman operasional dalam mencetak generasi muda yang cerdas, religius, dan berdaya saing tinggi di tengah tantangan zaman.