Tulungagung, 3 Juli 2024 — Untuk memperkuat orientasi penelitian yang relevan dan inovatif, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung kembali menyelenggarakan Workshop Metodologi Riset Integrasi–Interdisipliner pada 3 Juli 2024. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa tingkat akhir yang sedang atau akan melaksanakan penelitian.
Dalam sambutannya, Kaprodi PAI, Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I, menekankan bahwa riset integratif merupakan kebutuhan mendesak dalam era perkembangan IPTEKS dan dinamika sosial-keagamaan. Menurut beliau, tema workshop ini sangat strategis karena selaras dengan visi keilmuan Prodi PAI yang mengarah pada “penguatan integrasi keilmuan dan keislaman berbasis moderasi beragama serta nilai-nilai Aswaja.”
Beliau menjelaskan bahwa riset integrasi–interdisipliner memungkinkan peneliti melihat fenomena dari berbagai sudut pandang, seperti pendidikan, sosial, budaya, teknologi, dan spiritualitas. Dengan demikian, penelitian tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga mampu memberikan solusi komprehensif terhadap problem nyata di masyarakat.
Workshop ini membahas teknik analisis interdisipliner, pengembangan kerangka teori integratif, dan contoh penelitian PAI yang memadukan pendekatan pendidikan, psikologi, sosiologi, dan ilmu keislaman. Para peserta juga mendapat pendampingan dalam merancang proposal penelitian yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan tujuan pengembangan keilmuan.
Melalui kegiatan ini, Prodi PAI berharap kapasitas riset dosen dan mahasiswa semakin meningkat, sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah yang unggul, moderat, serta berkontribusi bagi pengembangan pendidikan Islam.