Prodi PAI Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum untuk Perkuat Relevansi dan Visi Keilmuan

Prodi PAI Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum untuk Perkuat Relevansi dan Visi Keilmuan

Tulungagung, 30 Januari 2025 — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung sukses menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum sebagai langkah strategis dalam memastikan kurikulum PAI tetap relevan dengan perkembangan zaman dan selaras dengan visi keilmuan prodi. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 30 Januari 2025 ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Prof. Masdar Hilmy, MA., Ph.D. dari Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya dan Dr. Arif Mansuri, M.Pd. dari Kopertais Wilayah IV Surabaya.

Acara dibuka oleh Ketua STAI Diponegoro Tulungagung, Dr. Sukarji, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan kurikulum merupakan kebutuhan mendesak di tengah perubahan sosial, teknologi, dan dinamika pendidikan modern. Ia menekankan bahwa lulusan PAI harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan global, tanpa kehilangan identitas keilmuan dan akar tradisi keislaman.

“Kurikulum harus hidup, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan kekinian. Perguruan tinggi wajib melahirkan lulusan yang siap berkompetisi secara profesional sekaligus membawa misi Islam rahmatan lil ‘alamin,” tegas Dr. Sukarji.

Sementara itu, Kaprodi PAI, Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I, menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum PAI tidak hanya bertujuan memperbarui konten akademik, tetapi juga memastikan bahwa seluruh elemen pembelajaran sejalan dengan visi keilmuan Prodi PAI: menghasilkan lulusan yang unggul, moderat, dan berdaya saing internasional berbasis integrasi keilmuan dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.

“Kurikulum harus mencerminkan arah keilmuan prodi. Integrasi ilmu, moderasi beragama, literasi digital, serta kebutuhan masyarakat menjadi orientasi utama dalam penyusunan kurikulum terbaru,” jelasnya.

Dalam workshop ini, Prof. Masdar Hilmy membahas pentingnya kurikulum yang responsif terhadap perubahan global, termasuk perkembangan IPTEKS, pola pembelajaran digital, serta tantangan radikalisme dan intoleransi dalam dunia pendidikan. Ia menekankan perlunya kurikulum PAI yang menguatkan nalar kritis, keterampilan abad 21, dan wawasan kebangsaan.

Adapun Dr. Arif Mansuri memaparkan aspek regulasi kurikulum, standar nasional pendidikan tinggi, serta praktik baik dalam implementasi kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education). Ia memberikan contoh bagaimana capaian pembelajaran lulusan harus diturunkan menjadi struktur mata kuliah yang terukur dan aplikatif.

Diskusi dan evaluasi bersama dosen PAI juga dilakukan untuk meninjau struktur kurikulum yang ada, memetakan kebutuhan pembaruan materi, serta merumuskan mata kuliah yang mampu menjawab isu-isu kontemporer, seperti moderasi beragama, literasi digital, manajemen pendidikan Islam modern, dan riset pendidikan.

Melalui workshop ini, Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung semakin menguatkan komitmennya menciptakan kurikulum yang dinamis, unggul, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter Aswaja, dan siap berperan aktif dalam dunia pendidikan di era transformasi digital.

No tags found

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Postingan Terkait

Jl. RA Kartini No.47, Hutan, Kampungdalem, Kec. Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66219

Akademik