STAI Diponegoro Tulungagung Gelar Workshop Sinkronisasi Kurikulum PAI dengan Kurikulum Nasional

STAI Diponegoro Tulungagung Gelar Workshop Sinkronisasi Kurikulum PAI dengan Kurikulum Nasional

Tulungagung – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung resmi mengundang Ketua MGMP PAI Tulungagung, Dra. Hj. Lutfi Suaidah, M.Ag., sebagai narasumber dalam kegiatan Workshop Sinkronisasi Kurikulum Program Studi PAI dengan Kurikulum Nasional. Undangan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor STAI-DP/4 080/AK.101/XI/2024 tertanggal 15 November 2024.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2024 pukul 14.30 WIB ini menjadi bagian dari komitmen Prodi PAI dalam melakukan penyesuaian dan penguatan kurikulum agar selaras dengan dinamika kebijakan pendidikan nasional serta kebutuhan riil dunia pendidikan.

Dalam sambutannya, Kaprodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung, Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I, menegaskan bahwa pengembangan kurikulum bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan ikhtiar akademik untuk menjaga relevansi dan mutu lulusan.

“Kurikulum PAI harus adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap kokoh pada nilai-nilai keislaman dan keilmuan. Sinkronisasi dengan kurikulum nasional menjadi langkah strategis agar lulusan kita memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang utuh,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan MGMP sebagai wadah profesional guru. Menurutnya, keterlibatan MGMP akan memperkaya penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan lapangan.

“Kita ingin membangun kurikulum yang tidak hanya ideal di atas kertas, tetapi benar-benar aplikatif dan responsif terhadap kebutuhan guru PAI di sekolah dan madrasah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MGMP PAI Tulungagung, Dra. Hj. Lutfi Suaidah, M.Ag., menyambut positif inisiatif Prodi PAI dalam melibatkan praktisi pendidikan dalam proses sinkronisasi kurikulum. Ia menegaskan bahwa guru PAI di sekolah dan madrasah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari implementasi Kurikulum Merdeka, penguatan moderasi beragama, hingga pembinaan karakter peserta didik di era digital.

“Guru PAI hari ini tidak hanya dituntut menguasai materi ajar, tetapi juga mampu menjadi teladan, fasilitator pembelajaran yang kreatif, serta pembimbing moral dan spiritual siswa. Karena itu, kurikulum di perguruan tinggi harus benar-benar membekali mahasiswa dengan kompetensi yang kontekstual dan adaptif,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara kampus dan MGMP sangat penting agar terjadi kesinambungan antara teori yang dipelajari mahasiswa dengan praktik pembelajaran di kelas. Menurutnya, calon guru PAI perlu dipersiapkan untuk mampu merancang pembelajaran berbasis proyek, memanfaatkan teknologi digital, serta mengintegrasikan nilai-nilai moderasi dalam setiap materi ajar.

Workshop ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret terkait penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur mata kuliah, serta integrasi pendekatan kurikulum nasional dalam kerangka penguatan kompetensi mahasiswa PAI.

Melalui kegiatan ini, Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak calon guru PAI yang profesional, moderat, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di sekolah maupun madrasah, sejalan dengan kebutuhan zaman dan arah kebijakan nasional.

No tags found

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Postingan Terkait

Jl. RA Kartini No.47, Hutan, Kampungdalem, Kec. Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66219

Akademik