19 September 2023 – Kampus STAI Diponegoro Dalam upaya memperkuat peran dosen sebagai penggerak nilai-nilai moderasi beragama, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro menggelar Workshop Pengarusutamaan Moderasi Beragama Terintegrasi dalam Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen pada 19 September 2023 bertempat di kampus STAI Diponegoro. Kegiatan ini diikuti oleh dosen PAI dan sivitas akademika yang memiliki perhatian terhadap pengembangan riset dan pengabdian berbasis nilai kebinekaan dan toleransi.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi PAI, Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I, yang menegaskan bahwa moderasi beragama adalah pilar penting dalam pengembangan keilmuan dan praksis pendidikan Islam di lingkungan STAI Diponegoro. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Prodi PAI memiliki visi untuk mencetak pendidik dan intelektual muslim yang berkarakter moderat, inklusif, dan mampu menjawab tantangan keberagamaan di masyarakat multikultural.
Menurut Dr. M. Kholid Thohiri, pengarusutamaan moderasi beragama tidak hanya berhenti pada tataran pembelajaran di kelas, tetapi harus tertanam dalam seluruh aktivitas akademik, terutama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Beliau menekankan bahwa riset yang dilakukan dosen harus mampu menghasilkan temuan yang memperkuat nilai-nilai toleransi, anti-kekerasan, penghargaan terhadap keberagaman, serta memperkuat kohesi sosial. Demikian pula kegiatan PKM, lanjutnya, perlu diarahkan pada pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan edukatif yang berpihak pada harmoni dan perdamaian.
Workshop ini menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi moderasi beragama yang membahas beragam strategi integrasi nilai moderasi dalam proposal penelitian, metode riset, program pemberdayaan masyarakat, hingga publikasi ilmiah. Para peserta juga mengikuti sesi review dan clinic penyusunan desain penelitian serta rencana kegiatan PKM yang sejalan dengan prinsip moderasi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Prodi PAI STAI Diponegoro semakin memantapkan diri sebagai institusi yang berkomitmen kuat dalam menghadirkan insan akademik yang mampu merespons isu-isu keberagamaan secara arif dan proporsional. Workshop ini juga menjadi langkah konkret dalam memastikan bahwa riset dan pengabdian dosen tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga berdampak pada penguatan nilai moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, STAI Diponegoro menegaskan kembali bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun budaya keilmuan yang damai, terbuka, dan berkeadaban—sejalan dengan visi besar Prodi PAI untuk melahirkan pendidik dan pemikir Islam yang berwawasan rahmatan lil ‘alamin.