Tulungagung, 26 Agustus 2022 — Dalam rangka memperkuat implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam proses pendidikan, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung menyelenggarakan Workshop Kurikulum dan Pembelajaran Terintegrasi Moderasi Beragama. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa kurikulum dan proses pembelajaran PAI berjalan selaras dengan tuntutan pendidikan Islam yang moderat, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Workshop ini menghadirkan Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I, Kaprodi PAI sekaligus pakar dalam bidang kurikulum dan moderasi beragama. Dalam pemaparannya, Dr. Kholid menegaskan bahwa moderasi beragama bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan dalam struktur kurikulum, capaian pembelajaran, metode pengajaran, dan kultur akademik di lingkungan kampus. Ia juga menekankan bahwa integrasi moderasi beragama merupakan bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang berkompeten, toleran, dan mampu menghadapi dinamika sosial-keagamaan di era global.
Lebih lanjut, Dr. Kholid menjelaskan bahwa kurikulum PAI perlu dibangun di atas fondasi integrasi keilmuan dan keislaman ala Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, yang berpijak pada prinsip tawasuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal. Dengan demikian, setiap mata kuliah, baik teori maupun praktik, diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai moderat serta melatih mahasiswa agar mampu bersikap arif dalam merespons perbedaan dan keragaman.
Workshop berjalan interaktif dengan sesi diskusi dan studi kasus terkait model pembelajaran moderatif di ruang kelas. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan memberikan banyak masukan konstruktif tentang bagaimana kurikulum PAI dapat diperkuat melalui inovasi pembelajaran, pengembangan RPS, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis nilai-nilai moderasi.
Melalui kegiatan ini, Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung semakin menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, sikap moderatif, dan wawasan keagamaan yang luas. Workshop ini diharapkan menjadi awal dari implementasi kurikulum yang lebih adaptif, transformatif, dan selaras dengan visi keilmuan Prodi PAI untuk tahun-tahun mendatang.