08 Agustus 2022 – Dalam rangka memperkuat kapasitas dosen dan fasilitator lapangan dalam membimbing mahasiswa pada kegiatan Kuliah Kerja dan Praktik Lapangan (KKPL), STAI Diponegoro menyelenggarakan Workshop Fasilitator dan Dosen Pembimbing Lapangan KKPL Berbasis Moderasi Beragama pada 08 Agustus 2022. Kegiatan ini bertempat di kampus STAI Diponegoro dan diikuti oleh seluruh dosen pembimbing lapangan, fasilitator KKPL, serta sejumlah mahasiswa perwakilan.
Kegiatan workshop ini digelar sebagai bentuk komitmen institusi untuk memastikan bahwa pelaksanaan KKPL tidak hanya berfokus pada pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dalam setiap aktivitas mahasiswa di lapangan. Moderasi beragama sebagai nilai dasar perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi pedoman bagi dosen pembimbing dan mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial-keagamaan di lokasi pengabdian.
Dalam pembukaan acara, panitia menegaskan bahwa kebutuhan akan fasilitator dan pembimbing yang sensitif terhadap isu keberagaman menjadi semakin relevan, mengingat tantangan kehidupan masyarakat saat ini yang ditandai oleh pluralitas budaya, agama, dan praktik sosial.
Workshop menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi moderasi beragama yang memberikan pembekalan mengenai prinsip-prinsip utama moderasi beragama, pendekatan komunikasi lintas budaya, strategi dialog damai, serta metode pendampingan masyarakat berbasis nilai toleransi dan harmoni. Para peserta juga mendapatkan pelatihan teknis mengenai penyusunan rencana kerja KKPI yang memasukkan aspek moderasi beragama dalam setiap program dan kegiatan.
Selain sesi materi, peserta mengikuti simulasi lapangan yang menggambarkan berbagai situasi yang berpotensi memunculkan konflik sosial atau sensitivitas keagamaan. Melalui simulasi ini, para dosen pembimbing dan fasilitator dilatih untuk mampu merespons secara arif, bijaksana, dan sesuai prinsip moderasi beragama.
Dengan terselenggaranya workshop ini, STAI Diponegoro menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga mampu berperan sebagai agen harmoni sosial di tengah masyarakat. Pembekalan yang diberikan kepada fasilitator dan dosen pembimbing lapangan diharapkan dapat memperkuat kualitas pelaksanaan KKPI, sehingga mahasiswa dapat menjalankan tugas pengabdian dengan penuh empati, kepekaan, dan komitmen terhadap nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Workshop ini menjadi langkah strategis bagi STAI Diponegoro untuk memastikan bahwa proses pendidikan, pengajaran, dan pengabdian masyarakat berjalan selaras dengan agenda nasional penguatan moderasi beragama.