Tulungagung, 12 Juli 2023 — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung menyelenggarakan Workshop Konsep dan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai upaya memperkuat tata kelola akademik dan meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan zaman. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen tetap Prodi PAI yang antusias mendalami berbagai aspek aktual dari kebijakan MBKM, baik pada tingkat perancangan kurikulum maupun pelaksanaan pembelajaran.
Dalam sambutannya, Kaprodi PAI, Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I, menegaskan bahwa MBKM merupakan peluang besar bagi perguruan tinggi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi nyata mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa Prodi PAI perlu melakukan adaptasi kurikulum secara sistematis agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, mengikuti program magang, penelitian, proyek kemanusiaan, maupun kegiatan lain yang memperkaya wawasan profesional mereka.
Dr. Kholid juga menekankan bahwa implementasi MBKM harus tetap selaras dengan visi keilmuan Prodi PAI, yaitu menghasilkan lulusan yang unggul, moderat, dan berdaya saing internasional dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah. Karena itu, setiap aktivitas MBKM harus dirancang tidak hanya untuk memperkuat kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar mampu menjadi pendidik dan pemimpin umat yang inklusif, toleran, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selama workshop berlangsung, para dosen melakukan diskusi intensif mengenai penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, model konversi SKS, mekanisme kerja sama dengan mitra, serta strategi implementasi MBKM yang sesuai dengan karakteristik Prodi PAI. Banyak gagasan konstruktif muncul, termasuk mengenai peluang memperluas kolaborasi dengan lembaga pendidikan, pesantren, instansi pemerintah, dan organisasi sosial keagamaan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung dalam menyempurnakan kurikulum berbasis MBKM, sehingga mampu melahirkan lulusan yang adaptif, kreatif, dan siap berkontribusi di berbagai lini profesi pendidikan Islam.