Tulungagung — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung menyelenggarakan Lokakarya Peninjauan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) pada 12 Mei 2021 bertempat di kampus setempat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu dan relevansi kurikulum Prodi PAI, serta memastikan keselarasan arah pengembangan program studi dengan tuntutan akademik dan kebutuhan masyarakat.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua STAI Diponegoro Tulungagung Dr Sukarji, M.Pd.I, yang dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa peninjauan VMTS merupakan agenda strategis bagi keberlanjutan dan daya saing institusi. Beliau mengapresiasi langkah Prodi PAI yang secara proaktif melakukan pembaruan dokumen dasar akademik, sehingga visi dan misi yang dirumuskan tidak hanya bersifat normatif, tetapi benar-benar mencerminkan kebutuhan zaman dan karakter pendidikan Islam yang unggul dan moderat.
Selanjutnya, Kepala Program Studi PAI Dr. M. Kholid Thohiri menyampaikan sambutan sekaligus memberikan arahan mengenai proses pelaksanaan lokakarya. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam proses peninjauan agar menghasilkan dokumen VMTS yang komprehensif, adaptif, dan realistis. Untuk itu, Prodi PAI secara khusus mengundang stakeholder internal maupun eksternal, meliputi unsur pimpinan kampus, dosen, mahasiswa, alumni, serta mitra lembaga keagamaan dan pendidikan. Keterlibatan para stakeholder ini diharapkan dapat memberikan perspektif luas dan masukan substantif terhadap arah pengembangan Prodi PAI ke depan.
Sesi berikutnya diisi dengan diskusi dan pengkajian mendalam terkait kesesuaian visi dan misi dengan regulasi pendidikan tinggi, kebutuhan industri keagamaan, serta tantangan global yang dihadapi lulusan PAI. Para peserta lokakarya berpartisipasi secara aktif, memberikan evaluasi dan rekomendasi untuk penyempurnaan tujuan serta strategi pencapaian visi-misi.
Melalui lokakarya ini, Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung berharap dapat merumuskan VMTS yang lebih tajam, implementatif, dan mampu menjadi landasan kuat dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pembaruan dokumen ini juga diharapkan mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan dan meningkatkan daya saing lulusan di berbagai bidang keislaman.