Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung Gelar Workshop Sinkronisasi Kurikulum Bersama Ketua Yayasan PP Al-Hikmah Mlathen

Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung Gelar Workshop Sinkronisasi Kurikulum Bersama Ketua Yayasan PP Al-Hikmah Mlathen

Tulungagung – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Diponegoro Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan mutu akademik melalui kegiatan Workshop Sinkronisasi Kurikulum Program Studi PAI yang digelar pada Kamis, 19 Oktober 2023, bertempat di Aula Pondok Pesantren Al-Hikmah Mlathen Tulungagung.

Kegiatan tersebut menghadirkan KH. Muhamad Faris selaku Ketua Yayasan PP Al-Hikmah Mlathen Tulungagung sebagai narasumber. Undangan resmi kepada beliau tertuang dalam surat bernomor STAI-DP/4 080/AK.89/X/2023 tertanggal 15 Oktober 2023.

Workshop ini menjadi bagian dari agenda strategis Prodi PAI dalam melakukan evaluasi dan penyelarasan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan lembaga pendidikan, khususnya pesantren dan sekolah berbasis keislaman.

Dalam sambutannya, Kaprodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung, Dr. M. Kholid Thohiri, M.Pd.I, menegaskan bahwa pengembangan kurikulum harus berorientasi pada integrasi antara tradisi keilmuan pesantren dan tuntutan akademik perguruan tinggi.

“Kurikulum PAI tidak boleh tercerabut dari akar tradisi pesantren sebagai pusat transmisi ilmu keislaman. Namun di sisi lain, ia juga harus mampu menjawab tantangan profesionalisme guru dan dinamika kebijakan pendidikan nasional,” ungkapnya.

Beliau menambahkan bahwa keterlibatan pimpinan pesantren dalam proses sinkronisasi kurikulum sangat penting agar lulusan Prodi PAI memiliki karakter keilmuan yang kokoh, akhlak yang kuat, serta kompetensi pedagogik yang relevan dengan kebutuhan lembaga pendidikan Islam saat ini.

“Sinergi antara kampus dan pesantren akan melahirkan calon guru PAI yang tidak hanya cakap secara metodologis, tetapi juga matang secara spiritual dan moral,” tambahnya.

Sementara itu, KH. Muhamad Faris dalam paparannya menekankan pentingnya menjaga ruh kepesantrenan dalam pengembangan kurikulum PAI. Menurutnya, pendidikan agama Islam tidak cukup hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga harus membentuk karakter dan adab peserta didik.

“Pesantren mengajarkan keseimbangan antara ilmu, adab, dan pengabdian. Nilai-nilai ini harus terintegrasi dalam kurikulum PAI, agar calon guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembimbing dan teladan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar mahasiswa PAI dibekali dengan kemampuan membaca kitab turats, memahami khazanah klasik, serta mampu mengontekstualisasikannya dalam realitas pendidikan modern. Dengan demikian, lulusan PAI diharapkan mampu menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi.

Kegiatan workshop berlangsung dengan dialog interaktif antara dosen, pengelola prodi, dan narasumber, membahas penguatan capaian pembelajaran lulusan, integrasi nilai pesantren dalam struktur mata kuliah, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan lembaga pendidikan Islam.

Melalui kegiatan ini, Prodi PAI STAI Diponegoro Tulungagung kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang berkomitmen dalam mencetak pendidik agama Islam yang berintegritas, berkarakter pesantren, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era modern.

No tags found

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Postingan Terkait

Jl. RA Kartini No.47, Hutan, Kampungdalem, Kec. Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66219

Akademik